Keluarkan semua buku dari rak sebelum mulai menyortir, karena mengatur di tempat membuatmu mudah melewatkan duplikat dan mustahil menilai berapa banyak ruang yang benar-benar dibutuhkan koleksimu. Tentukan satu sistem penyortiran sebelum menyentuh satu buku pun, entah berdasarkan genre, penulis, warna, atau ukuran, karena mengganti sistem di tengah jalan berarti mengulang pekerjaan yang sudah selesai. Sisihkan tumpukan terpisah untuk buku yang akan disumbangkan atau dijual seiring berjalannya waktu, karena memutuskan untuk menyimpan buku yang tidak pernah dibaca jauh lebih mudah saat buku itu masih ada di rak di depanmu daripada setelah sudah dikembalikan. Biarkan sedikit ruang kosong di setiap rak alih-alih memadatkan buku hingga penuh, karena rak yang benar-benar penuh membuatnya sulit menambahkan buku baru nanti dan merusak punggung buku saat kamu memaksa mengeluarkan atau memasukkannya. Simpan buku berukuran besar atau rapuh dalam posisi rebah, bukan berdiri, karena membiarkan buku seni besar berdiri di punggungnya selama berbulan-bulan bisa membuat jilidannya melengkung dan punggungnya retak seiring waktu. Simpan buku yang sering dibaca setinggi mata dan buku referensi yang jarang disentuh di rak paling atas atau paling bawah, karena memanjat bangku demi buku yang kamu gunakan setiap hari membuang waktu yang tidak akan kembali.