Jaga kecepatan perahu cukup rendah agar tidak menciptakan gelombang besar, karena gelombang besar mengikis tepian kanal seiring waktu dan bisa mengguncang perahu yang berlabuh cukup keras hingga merusaknya atau membuat orang jatuh. Dekati pintu air perlahan dan ikuti instruksi penjaga pintu air atau yang tertera dengan tepat alih-alih berimprovisasi, karena pintu air kanal beroperasi di bawah tekanan air yang sebenarnya, dan terburu-buru atau melewatkan langkah bisa membanjiri ruangan secara tidak merata dan merusak perahumu maupun gerbang pintu air. Jaga pijakan yang kuat dan pegang pagar perahu atau titik pegangan saat bergerak di sekitar geladak, karena perahu kanal rendah dan sempit, dan tidak seperti perahu wisata yang lebih lebar, mereka bisa lebih mudah membuat seseorang kehilangan keseimbangan di geladak yang licin atau basah. Berilah jalan pada perahu yang turun melalui pintu air atau sudah terlibat dalam bagian sempit, karena etiket kanal umumnya mengutamakan perahu yang sudah dalam manuver, dan memotong di depan menyebabkan tabrakan di kanal sempit. Matikan mesin dan amankan tali tambatan dengan benar sebelum turun dari perahu, karena perahu yang tidak diamankan bisa hanyut menjauh dari tepian saat berat berpindah darinya, meninggalkanmu terdampar di jalan tarik. Periksa batas kecepatan spesifik dan aturan kanal setempat sebelum berangkat, karena batasnya berbeda-beda antar kanal dan sebagian ditegakkan untuk mencegah kerusakan pada infrastruktur bersejarah yang sering kali berusia berabad-abad.