245 aktivitas ditemukan
Tim meniup balon dan menumpuknya menjadi menara berdiri sendiri tertinggi hanya dengan selotip — variasi berwarna dan memantul dari tantangan rekayasa klasik.
Sembunyikan rangkaian teka-teki, gembok, dan petunjuk buatan sendiri di sekitar ruangan, lalu bagi menjadi tim untuk memecahkannya secara berurutan melawan waktu — cara hemat menjalankan ruang pelarian sendiri tanpa memesan tempat.
Dua tim merancang dan membangun setengah jembatan masing-masing dari perlengkapan kerajinan tanpa melihat pekerjaan yang lain, lalu menyatukannya di tengah untuk melihat apakah cocok — pelajaran tentang perencanaan dan komunikasi.
Berdiri melingkar, pegang tangan dua orang berbeda di seberang kelompok, lalu bekerja sama mengurai simpul yang terbentuk tanpa melepaskan pegangan — teka-teki praktis untuk komunikasi dan kerja sama tim.
Tim berlomba membangun menara berdiri sendiri tertinggi dari spageti kering, selotip, tali, dan marshmallow di puncaknya — tantangan rekayasa team building klasik dengan batas waktu ketat.
Seluruh tim harus berdiri bersama di atas seprai atau handuk yang menyusut, dilipat lebih kecil setiap ronde, memaksa semua orang kreatif soal keseimbangan dan kerja sama tim agar tetap di atas.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, seluruh kelompok harus mengatur diri secara berurutan — berdasarkan tinggi badan, bulan lahir, atau nama depan alfabetis — hanya menggunakan gerakan dan kontak mata.
Hanya dengan lembaran kertas dan sepotong selotip, tim berlomba membangun menara berdiri sendiri tertinggi dalam batas waktu — pemecah kebekuan rekayasa yang cepat dan murah.
Tim berlari satu per satu ke meja yang jauh, mengambil satu keping puzzle, dan berlari kembali agar pelari berikutnya bisa berangkat — tim pertama yang menyusun seluruh puzzle menang.